Sabtu, 29 Mei 2010

METODOLOGI PENELITIAN

MODUL 1

RUANG LINGKUP DAN TUJUAN PENELITIAN PENDIDIKAN

§ Penelitian adalah proses mengumpulkan dan menganalisis data atau informasi secara sistimatis sehingga menghasilkan kesimpulan yang sah.

§ Langkah-langkah dalam suatu penilitian adalah :

Ø Mengenali dan menentukan masalah yang akan diteliti

Ø Mengkaji teori yang sudah ada yang relevan dengan masalah

Ø Mengajukan hipotesis

Ø Membuat desain penelitian

Ø Mengumpulkan data

Ø Menganalisis data

Ø Menginterpretasikan data dan menarik kesimpulan

§ Karakteristik hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah adalah: objektif,bahasa jelas,dapat diverifikasi dan empirik

§ Pendidikan dapat dilihat sebagai objek kajian yang interdisipilin yang menurut McMillan dan Schumacher ( 1984 ) banyak meminjam konsep dan teori dari bidang ilmu yang lain.

§ Penelitian Pendidikan adalah upaya ilmiah untuk memahami masalah masalah pendidikan untuk memahami fenomena-fenomena yang ada di dunia pendidikan

§ Ruang lingkup penelitian luas sekali karena pendidikan sendiri merupakan kajian yang terkait erat dengan beberapa disiplin ilmu lain oleh karena itu,banyak sekali konsep yang dikembangkan dengan berlandaskan bidang ilmu yang lain

§ Keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian pendidikan adalah:

Ø Kompleksitas masalah pendidikan

Peneliti perlu menyadari bahwa ia tidak hanyan berhubungan dengan elemen manusia tetapi juga elemen-elemen situasional yang tak terhitung jumlahnya yang menyebabkan respon perilaku para pelaku itu sukar diprediksi

Ø Metodologi yang digunakan

Metode yang digunakan tidak mudah karena digunakan untuk mengukur seperti intelegensi,prestasi dan gaya kepemimpinan ,kelompok interaktif dan sebagainya masih bisa diperdebatkan

§ Fungsi penelitian pendidikan dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu

Ø Sudut perkembangan teori

Memperbaiki,menyempurnakan,memperkaya atau kadang merombak teori-teori yang sudah ada sehingga mendapat teori yang lebih baik

Ø Sudut praktik atau penyelenggaraan pendidikan

Memperbaiki praktik pendidikan

§ Karena mengkaji fungsi penelitian dari sisi perkembangan teori dan praktik tidak mudah maka Mc Millan dan Schumacher (1983 ) mengklasifikasikan tiga tipe penelitian dengan fungsi yang berbeda yaitu : Penelitian dasar,terapan dan evaluasi

§ Manfaat pendidikan dengan pendekatan teoritis menurut Ali (1982 ) ada 4 manfaat yaitu

Ø Sebagai peta yang menggambarkan tentang keadaan pendidikan dan melukiskan tentang kemampuan sumber daya,kemungkinan penegmbangan serta hambatan yang dihadapi

Ø Sarana diagnosis dalam mencari sebab kegagalan pelaksanaan pendidikan

Ø Sarana untuk menyusun kebijakan dalam menyusun strategi pengembangan pendidikan

Ø Sebagai masukan yang memberikan gambaran tentang kemampuan dalam pembiayaan,peralatan,perbekalan serta tenaga kerja baik secara kuantitas maupun kualitas yang berperan dalam keberhasilan bidang pendidikan

§ Menurut Borg and Gall (1993 ) manfaat pendidikan di lapangan tercermin dalam 2 bentuk kontribusi

Ø Kontribusi terhadap ilmu pendidikan itu sendiri

Manfaat pendidikan ditinjau dari sudut ini adalah untuk mengembangkan ilmu pendidikan itu sendiri

Ø Kontribusi dalam bentuk dampak dari ilmu pendidikan tersebut dalam praktik –praktik pendidikan

Kontribusi penelitian pendidikan dalam praktik di lapangan agak sulit dideteksi hal ini terjadi karena 2 sebab yaitu :

· Kebijakan untuk mengimplementasikan atau menindaklanjuti penelitian pendidikan dipengaruhi oleh banyak faktor kepentingan

· Kesulitan untuk mendeteksi dampak penelitian pendidikan terhadap praktik pendidikan tampaknya disebabkan oleh karena tipe penelitian pendidikan itu sendiri

PERUMUSAN MASALAH

§ Masalah adalah semua bentuk pertanyaan yang membutuhkan jawaban

§ Tiga karakteristik yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi masalah

Ø Masalah tersebut ‘layak diteliti’

Pengkajian terhadap masalah tersebut dapat dilakukan dengan cara yang terukur secara empiris melalui pengumpulan dan pengolahan data

Ø Mempunyai nilai teoritis dan praktis

Suatu masalah penelitian yang baik pada hakikatnya memang diangkat dari teori yang kuat atau mempunyai dampak praktis yang dapat memperbaiki praktik atau penyelenggaraan pendidikan

Ø Realistis

Keterjangkauan artinya jika kita meneliti masalah yang kita kuasai dan kita tahu medannya maka peluang tejadinya penyimpangan baik dari segi metode maupun analisis akan kecil sekali

§ Selain 3 aspek tersebut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam mengidentifikasi masalah penelitian agar bermakna adalah Keaktualan atau kebaruan dan orisinilatis

§ Memfokuskan masalah adalah memilih dan menentukan masalah yang anda minati dan menguraikan masalah yang terlalu umum menjadi lebih spesifik

§ Teknik klasifikasi masalah untuk mendapatkan masalah yang spesifik dikemukakan oleh Tuckman ( 1978 ) dengan cara menyajikan dalam 2 diagram yaitu model satu demensi dan tiga dimensi

§ Langkah – langkah memfokuskan masalah sebenarnya merupakan sebagian besar dari proses perumusan masalah.Pada model pertama memfokuskan masalah dilakukan dengan cara melokalisir atau membatasi masalah yang hendak anda teliti dan mengungkapkan hal tersebut dengan pernyataan sedang model kedua diungkapkan dalam bentuk pertanyaan

§ Perbedaan memfokuskan masalah dan merumuskan masalah adalah yang pertama bersifat membatasi agar aspek yang diteliti tidak melebar ke mana-mana yang kedua (perumusan masalah ) mengekspresikan aspek yang hendak dikaji tersebut dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan yang spesifik.

§ Hal yang perlu diperhatikan dalam perumusan masalah adalah rumusan harus jelas dan operasional untuk menghindarkan salah tafsir yang kedua dirumuskan dengan kaidah tata bahasa yang baku,untuk menghindarkan kesalahan tata bahasa ( grammatical error )

PERUMUSAN TUJUAN

§ Tujuan harus dirumuskan secara jelas dan spesifik agar

Ø Agar seluruh aktifitas dan tahapan-tahapan penelitian dapat bertitik tolak dari tujuan tsb.

Ø Agar penelitian terfokus pada masalah yang hendak diteliti

Ø Menghindari aktivitas-aktivitas yang tidak relevan yang dapat memboroskan waktu,tenaga dan dana

§ Fungsi tujuan adalah sebagai arah ,petunjuk,atau pengontrol yang memandu agar seluruh tahapan-tahapan aktivitas penelitian yang akan dilakukan tidak menyimpang

§ Keterkaitan masalah dengan tujuan penelitian sangat erat sekali karena titik tumpu perumusan tujuan adalah masalah penelitian itu sendiri

§ Tujuan penelitian pendidikan dikategorikan menjadi 3 jenis yaitu eksplorasi,deskripsi dan eksplanasi

§ Eksplorasi tujuan penelitian bersifat eksploratif artinya fokus kajian yang diteliti merupakan topik yang relatif baru atau sama sekali belum pernah diteliti

§ Deskripsi tujuan penelitian yang bersifat deskriptif dicirikan dengan keinginan si peneliti untuk melukiskan atau menggambarkan secara verbal dan grafis terhadap situasi dan peristiwa yang diamati

§ Eksplanasi fokus penelitian adalah mencari jawaban dari pertanyaan mengapa

HEPOTESIS PENELITIAN

§ Hipotesis adalah rumusan jawaban sementara atau dugaan sehingga membuktikan benar tidaknya dugaan tsb perlu diuji terlebih dahulu

§ Karakteristik hipotesis yang baik adalah

Ø Rasional

Isi hipotesis itu harus mengandung penjelasan yang masuk akal atau rasional

Ø Dua variabel atau lebih

Hipotesis hendaknya mengandung hubungan ( sebab-akibat atau bukan sebab-akibat ) yang diharapkan dari dua variabel atau lebih

Ø Dapat diuji

Hipotesis yang baik dapat terbukti dengan cara menguji hipotesis itu dengan fakta empiris di lapangan

§ Klasifikasi hipotesis berdasarkan bagaimana hipotesis itu diturunkan ( proses logika )

Ø Hipotesis Deduktif

Deduktif adalah proses logika yang bermula dari hal yang bersifat umum kemudian mengarah ke hal yang spesifik

Ø Hipotesis Induktif

Induktif adalah pola proses logika yang bermula dari hal yang spesifik mengarah ke hal yang bersifat umum

§ Klasifikasi hipotesis berdasarkan bagaimana hipotesis tersebut diformulasikan ( bentuk pernyataan )

Ø Hipotesis penelitian

Disebut juga hipotesis kerja,hipotesis langsung.Hipotesis ini menggunakan kalimat yang deklaratif .Hipotesis ini biasa digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan efek dari perlakuan yang diujikan

Ø Hipotesis Nol

Disebut juga hipotesis statistik atau hipotesis tidak langsung.Peneliti berharap tidak ada perubahan efek dari berbagai perlakuan yang ia teliti

§ Pemilihan jenis hipotesis berpengaruh pada uji satistik pada saat pengolahan data,apabila kita memilih :

Ø Hipotesis penelitian maka uji statistik yang kita gunakan adalah two tailed test of significance atau uji dua sisi

Ø Hipotesis Nol maka uji statistik yang kita gunakan adalah one tailed test significance atau uji satu sisi

MODUL 2

TINJAUAN PUSTAKA DAN PENYUSUNAN KERANGKA TEORI PENELITIAN

v Tinjauan pustaka adalah kegiatan yang meliputi mencari,membaca dan menelaah laporan-laporan penelitian dan bahan pustaka yang memuat teori-teori yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan

v Fungsi tinjauan pustaka adalah memberikan penjelasan kepada pembaca mengenai dasar pemikiran atau dasar teori dilakukannya penelitian terutama mengenai masalah mengapa suatu masalah dipilih untuk diteliti dan mengapa beberapa variabel tertentu dianggap memberi penjelasan pada masalah yang diteliti

v Tujuan umum tinjauan pustaka adalah mengembangkan pemahaman dan wawasan yang menyeluruh tentang penelitian-penelitian yang pernah dilakukan dalam suatu topic

v Tujuan khususnya adalah

Ø Membatasi masalah dan ruang lingkup Penelitian

Ø Menemukan variabel-variabel penelitian yang penting dan menentukan hubungan anatara variabel penelitian

Ø Mengetahui apa yang pernah dilakukan dalam penelitian sebelumnya dan menentukan arah apa yang perlu diteliti sekarang

Ø Menghindari pendekatan yang steril ( tidak menghasilkan temuan yang berarti )

Ø Merangkum pengetahuan yang berkaitan dengan topik penelitian

Ø Menemukan penjelasan yang dapat membawa dalam menafsirkan data penelitian

STRATEGI MENCARI SUMBER PUSTAKA

v Sumber-sumber pustaka berupa media cetak,sumber pustaka non media cetak,termasuk electronic library yang diakses melalui internet

v Secara umum ada 3 sumber pustaka media cetak yaitu referensi umum ( buku acuan ), sumber pustaka primer,dan sumber pustaka sekunder

v Buku acuan ( general references )

Ø Buku acuan yang memberi informasi langsung

jenis buku acuan ini meliputi kamus,ensiklopedi,direktori,almanak,biografi atlas dan buku statistik

Ø Buku acuan yang memberi petunjuk tentang sumber informasi

jenis buku acuan ini meliputi bibliografi,buku indeks,dan buku abstrak

v Bibliografi memuat tentang data publikasi dari buku-buku ataupun artikel riset dalam suatu topik tertentu

v Buku indeks dan buku abstrak diperlukan untuk menelusuri lokasi sebuah pustaka yang berupa artikel,laporan penelitian maupun yang berupa makalah seminar

v Buku indeks memuat daftar pengarang,judul,dan penerbit sedangkan buku abstrak sama dengan buku indeks selain itu juga memuat ringkasan dari artikel atau makalahnya

v Contoh buku acuan yang diterbitkan di Indonesia adalah

· Hasil-hasil penelitian perguruan tinggi atas biaya SPP/DPP

· Daftar kumulasi disertasi,tesis dan laporan penelitian dari 13 perguruan tinggi negeri di Indonesia

· Indeks makalah konferensi,lokakarya,seminar dan sejenisnya di Indonesia

· Indonesian Agricultural Bibliografi

v Sumber pustaka primer adalah pustaka yang merupakan penjelasan langsung dari seorang peneliti mengenai kegiatan penelitian yang telah dilakukan

v Sumber pustaka primer berupa artikel atau laporan penelitian yang dimuat dalam jurnal ilmiah yang tebit berkala

v Contoh jurnal yang terbit di Indonesia maupun luar negeri

· Buletin Balai Peneletian Kelapa

· Buletin Penelitian Hortikultura

· Jurnal Biologi Indonesia

· Journal of Distance Education

· Jurnal of Woman Studies

v Sumber Pustaka Sekunder adalah setiap publikasi yang disusun oleh seorang penulis yang bukan pengamat langsung atau partisipan dalam kegiatan yang digambarkan dalam pustaka tersebut

v Sumber pustaka sekunder dapat berupa buku teks,artikel yang merupakan penafsiran penulis dari suatu topik ( modul ),artikel yang membahas hasil penelitian orang lain

v Media non cetak berupa jaringan elektronik atau jaringan komputer karena media tersebut banyak menyimpan dan mengkomunikasikan sumber informasi yang dapat dijadikan referensi penelitian

v Langkah-langkah dalam mencari sumber pustaka media cetak

Ø Mencari masalah penelitian setepat mungkin

Ø Mencari dan mempelajari sumber pustaka sekunder

Ø Memilih buku acuan yang tepat

Ø Menentukan kata-kata kunci yang relevan

Ø Mencari sumber pustaka primer yang relevan

Ø Mendapatkan sumber pustaka yang tidak tersedia di perpustakaan universitas

v Sumber pustaka juga dapat kita peroleh melalui akses internet dengan mesin pencari ( browser ) untuk mencari alamat situs/website atau juga bisa bergabung dengan salah satu group dengan mailing list atau facebook,twitter

v Contoh kelompok diskusi dengan mailing list

· Distance education research bulletin ( colicde-equest@umixg.ubc.ca )

· Distance education research list ( listserv@ryerson.binet )

MENYAJIKAN HASIL TINJAUAN PUSTAKA

v Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sumber pustaka yang akan ditelaah adalah

Ø Relevansi sumber pustaka

Sangat penting mengaitkan relevansi artikel yang dipilih dengan masalah penelitian kita

Ø Kemutakhiran pustaka

Memilih buku atau artikel relevan yang paling baru untuk digunakan sebai acuan penelitian

v Ada dua cara yang ditempuh untuk menelaah artikel

Ø Membuat ringkasan ( summary ) kemudian mencoba mencari keterkaitan dengan masalah penelitian kita

Ø Langsung menuju ke materi kemudian mencari keterkaitan denman masalah penelitian tanpa meringkas dulu

v Format penulisan artikel penelitian yang biasanya meliputi lima aspek sbb :

Ø Pendahuluan singkat

Ø Tujuan penelitian,pertanyaan penelitian,atau hipotesis yang akan diuji

Ø Prosedur penelitian

Ø Temuan penelitian

Ø Kesimpulan dan rekomendasi

v Tujuan menyusun kerangka teori penelitian yaitu menerangkan hubungan anatar konsep yang nantinya akan dijabarkan menjadi variabel penelitian

v Bab tinjauan pustaka merupakan pengantar yang bertujuan untuk menjelaskan dasar pemikiran atau dasar teori yang digunakan dalam penelitian

v Karakteristik kerangka teori adalah

Ø Disusun dengan jelas dan bahasanya mudah dimengerti

Ø Menggambarkan hubungan antar konsep

v Perbedaan mendasar antara karya tulis ilmiah dan kerangka teori penelitian adalah kerangka teori disusun berdasarkan hasil kajian yang mendalam terhadap hasil penelitian lain yang relevan

MODUL 3

DESAIN PENELITIAN

v Keputusan peneliti dalam hal menggunakan pendekatan dan metode yang kita pilih tergantung pada :

Ø Apa yang ingin diketahui

Ø Berapa banyak waktu yang tersedia

Ø Bagaimana cara terbaik untyuk mendapatkan informasi

v Survei dan sensus adalah contoh pendekatan penelitian yang dilaksanakan dengan metode interview atau mengirimkan kuisioner atau angket melalui pos

v Sensus adalah kajian terhadap semua penduduk sehingga “bias” karena kesalahan penarikan sampel tidak akan terjadi

v Survei adalah kajian terhadap sejumlah orang yang memungkinkan kita untuk memaparkan semua penduduk yang diwakilinya,akan tetapi mengandung resiko kesalahan penarikan sampel

v Kajian kelompok kecil adalah kajian mengenai sejumlah kecil orang yang tidak memungkinkan kita memperlakukan sebagai wakil dari semua penduduk,karena hanya menyangkut sebagian kecil orang

v Sensus,survei,kajian kelompok kecil dan studi kasus adalah contoh dari pendekatan penelitian

v Cara-cara yang kita pilih untuk mengumpulkan data seperti wawancara,observasi,angket,tes,alat perekam elektronik dan magnetik adalah contoh dari metode

v Secara garis besar ada dua maksud yang hendak dipenuhi pada saat merencanakan suatu penelitian

Ø Apakah anda akan atau tidak akan melakukan generalisasi dari subjek yang anda teliti

Ø Apakah anda akan menguraikan ( describe ) atau akan menerangkan ( explain ) perilaku subjek penelitian anda

v Studi kasus adalah satu bentuk pendekatan khusus dari studi kelompok kecil

v Kriteria yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pendekatan

Ø Apakah informasi sudah tersedia ?

Ø Mengapa kita memerlukan informasi ?

Ø Populasi seperti apa yang hendak kita terangkan ?

Ø Sumber daya apa sajakah yang kita miliki dan dapat kita kerahkan ?

v Perbedaan studi kasus dengan studi kelompok kecil

Studi kasus memusatkan kajiannya pada perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu sedangkan studi kelompok kecil memusatkan perhatiannya pada kelompok itu tanpa mengkaji perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu

v Pendekatan sensus adalah pendekatan yang paling aman untuk menarik generalisasi karena sensus bebas dalam bias akibat penarikan sampel karena mengikutsertakan semua subjek dalam populasi

v Dasar yang dipakai untuk mengkategorikan survei,studi kelompok kecil,dan studi kasus sebagai pendekatan penelitian karena tingkat keberlakuan atau generalisasi temuan dan kesimpulan sedangkan dasar mengkategorikan pendekatan eksploratis,deskriptif,korelasional dan eksperimental sebagai pendekatan penelitian adalah teknik analisis dan pelaporannya

v Jika informasi yang dimiliki peneliti tentang masalah masih minim maka digunakan pendekatan eksploratoris,jika ingin menguraikan ke hal yang lebih rinci dari hal-hal yang diteliti digunakan pendekatan deskriptif,jika peneliti sudah mulai melakukan berani dugaan atau inferensi antara satu variabel dengan yang lain namun belum cukup kuat untuk menunjukkan hubungan kausalitas maka digunakan pendekatan korelasional

v Perbedaan penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif adalah yang pertama mengandalkan informasi kualitatif yang cenderung menghindari teknik analisis statistik sebaliknya yang kedua syarat dengan angka dan bilangan serta simbol atau ekuasi numerik

v Desain penelitian adalah sebuah rencana,sebuah garis besar tentang bagaimana peneliti akan memahami bentuk hubungan antara variabel yang ia teliti

v Dalam penelitian eksperimental variabel yang langsung termanipulasi adalah variabel independen.Yang diukur kemudian sebagai akibat dari upaya manipulasi variabel disebut variabel dependen

v Desain penelitian korelasional tidak menghipotesiskan secara khusus tentang adanya hubungan kausal melainkan hubungan yang asosiatif,sehingga variabel independen dan dependen dapat bertukar fungsi

v Desain penelitian eksperimental sejak awal telah menetapkan dan melakukan upaya khusus untuk menciptakan variabel independen

v Desain penelitian dapat ditampilkan dalam tiga bentuk : bentuk rumus atau ekuasi,bentuk skematik dan bentuk diagramatik

v Hal yang perlu diperhatikan dalam menilai sebuah desain penelitian adalah validitas

v Validitas ada dua macam yaitu validitas internal dan eksternal

v Validitas internal adalah tuntutan paling mendasar bagi sebuah desain penelitian yang menjawab keraguan bahwa perlakuan yang kita lakukan betul-betul mengakibatkan perbedaan

v Validitas eksternal adalah seberapa jauh hasil eksperimen dapat diberlakukan ( digeneralisasikan ) kepada subjek yang berasal dari populasi dan kondisi lingkungan tertentu

v ciri-ciri desain praeksperimental

Ø tidak adanya upaya peneliti untuk menciptakan variabel termanipulasi

Ø absennya upaya peneliti untuk melakukan penugasan acak

v Desain praeksperimental sangat lemah dan rentan dari bentuk ancaman validitas,tidak dianjurkan dalam penelitian

v Ada tiga bentuk desain praeksperimental

One-Shot Case Study,One Group Pre-test-Posttest Design,dan Static Group Comparison

v Jenis-jenis ancaman terhadap validitas internal

Ø Histori sesuatu dapat terjadi seiring perjalanan waktu

Ø Maturasi perubahan yang terjadi pada diri subyek

Ø Testing pengalaman subjek mengikuti test menghasilkan pengaruh lain selain perlakuan

Ø Instrumentasi perubahan alat,cara dan kriteria pengukuran menghasilkan pengaruh lain selain perlakuan

Ø Regresi Statistikal ketidakcermatan memilih kelompok

Ø Seleksi ancaman dapat terjadi jika kelompok yang dibandingkan sejak awal sudah “berbeda”

Ø Mortalitas Eksperimental subjek penelitian mengundurkan diri atau meninggal dunia

Ø Interaksi antarfaktor salah satu atau lebih faktor yang mengancam validitas beroperasi bersama-sama

v Ciri-ciri desain eksperimental sejati

Ø melibatkan setidaknya satu kelompok pembanding

Ø menggunakan penugasan acak atau random assignment

v Ada 3 bentuk desain eksperimental sejati yaitu Pre-test-Posttest Control Group Design,Posttest-only Control Group Design,dan Solomon Four-Group Design

v Design eksperimental sejati ( ES ) sangat cocok untuk menangkal ancaman validitas internal dan eksternal sedangkan design eksperimental Kuasi ( EK ) hanya cocok untuk ancaman validitasi eksternal saja dan untuk menghindarkan reaktivitas subjek

v Ada 3 bentuk design dari design eksperimental kuasi yaitu

Ø Desain Tes Awal-Akhir

· Desain kelompok kontrol tidak setara

· Desain Tes Awal-Akhir dengan sampel terpisah

Ø Desain Serial Waktu

· Desain Serial Waktu Kelompok Tunggal

· Desain Serial Waktu Kelompok Ganda

Ø Desain analisis korelasional

tidak melakukan manipulasi variabel independen dan randomisasi

cocok untuk penelitian ekonomi,politik,demografik dan perilaku sosial lainnya

mengukur hubungan dua variabel secara asosiatif bukan kausal

v Ancaman terhadap validitas eksternal muncul tidak semata-mata karena cacatnya desain tetapi bisa juga karena deskripsi variabel independen dan dependen kurang memadai

v Ada 2 bentuk besar validitas eksternal yaitu 1) validitas populasi 2 ) validitas ekologi

v Ancaman terhadap validitas populasi

Ø Populasi akses versus Populasi target

Ø Interaksi antara perlakuan dan karakteristik subjek

v Populasi target adalah populasi yang menjadi target generalisasi temuan eksperimen kita,populasi akses yaitu populasi yang dilibatkan dan berbeda karakteristik dengan populasi target

v Untuk meningkatkan daya generalisasi temuan peneliti harus melakukan dua macam random yaitu

Ø random selection ( seleksi acak )

agar subjek mewakili populasinya

Ø random assignment ( penugasan acak )

agar kelompok eksperimen setara dengan kelompok kontrol

v Ancaman terhadap validitas ekologi

Ø Cara memaparkan Variabel Independen

Ø Interferensi Perlakuan Ganda

Ø Interaksi antara Efek Histori dan Perlakuan

Ø Interaksi antara Efek saat Pengukuran dan Perlakuan

Ø Sensitasi Tes Awal dan Tes akhir

Ø Efek Hawthorne

Ø Efek Novelti dan Disrupi

Ø Efek Pembuat Eksperimental atau Rosenthal

MODUL 4

PENARIKAN SAMPEL

Populasi dan Sampel

v Populasi adalah himpunan yang lemgkap dari satuan – satuan individu yang karakteristinya ingin kita ketahui

v Berdasarkan jumlahnya, populasi dibedakan menjadi 2 jenis yakni

Ø Populasi terbatas,apabila jumlah anggotanya terbatas

Ø Populasi tidak terbatas,jika jumlah anggota populasinya tidak diketahui dengan pasti

v Sampel : sebagian anggota populasi yang memberikan keterangan atau data yang diperlukan dalam sebuah penelitian

v Penggunaan data sampel dilakukan karena alasan :

1) Penelitian secara individual atau satu persatu terhadap seluruh anggota populasi tidak mungkin dilaksanakan 2) Objek penelitian bersifat homogen 3) Dampak derstuktif terhadap objek yang diteliti 4) Menghemat waktu,tenaga dan biaya

v Jenis Sampel ada dua jenis yaitu

Ø Sampel probabilitas : himpunan unit atau elemen observasi yang dipilih sedemikian rupa sehingga unit dan elemen dalam populasi tersebut mempunyai peluang yang sama ( yang diketahui ) untuk terpilih.

Ø Jenis-jenis sampel probabilitas adalah

ü Sampel acak sederhana : sampel yang diambil dari suatu populasi dengan cara tidak memilih-milih individu yang dijadikan anggota sampel atas dasar alasan tertentu dan alasan yang bersifat subjektif

ü Sampel acak berlapis : sampel yang elemen-elemennya dipilih secara acak ,namun sebelumnya populasinya’distratifikasi’ terlebih dulu

§ jika sampel yang diacak dari masing-masing lapisan sebanding dengan ukuran lapisannya disebut Sampel Acak Berlapis Proposional ( Propotional stratifed random sampling )

§ jika untuk masing-masing lapisan diambil sampel yang besar/jumlahnya sama maka disebut dengan sampel acak berlapis yang jumlah subsampel yang sama ( Equal stratifed random sample )

ü Sampel acak klaster : Penarikan dari populasi yang telah dikelompokkan lebih dulu

ü Sampel acak dua tahap : Sampel acak dua tahap merupakan gabungan dari sampel acak klaster dan sampel acak sederhana. Pengambilan sampel dilakukan dua kali yakni pada tahap kelompok dan individu

Ø Sampel Nonprobabilitas : mengandung pengertian bahwa anggota populasi tidak diberi kesempatan atau peluang yang sama untuk dijadikan atau dipilih menjadi anggota sampel.Peneliti memilih sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu

Ø Jenis-jenis sampel nonprobabilitas :

ü Sampel Sistimatis : anggota sampel dipilih berdasarkan nomor tertentu dari populasi yang telah diberi nomor urut.Nomor sudah didesain sehingga selisih antara setiap dua individu adalah tetap

ü Sampel Purposif : Sampel yang anggotanya dipilih secara sengaja atas dasar pengetahuan dan keyakinan peneliti

ü Sampel Kuota : Sampel yang dipilih atas dasar kebetulan dan kebutuhan

v Sampel yang Representatif : apabila karakter anggota sampel yang kita pilih dapat mewakili karakter populasinya

v Pertimbangan penentuan jumlah sampel adalah : jenis penelitian serta kesediaan waktu, tenaga,dan biaya.

Ø Dalam kasus yang ekstrim,satu individu sebagai sampel sudah cukup.Hal ini sering dijumpai dalam studi kasus

Ø Menurut Gay ( 1997 ) mengatakan bahwa studi yang bersifat deskriptif ukuran sampel sebesar 10 % dari jumlah populasi merupakan ukuran minimum,sedangkan untuk studi korelasional dan studi kausal – komparatif disarankan menggunakan sampel minimum sebanyak 30 subjek atau responden,untuk studi eksperimental disarankan tiap grup tidak kurang dari 15 subjek

Ø Menurut Agung ( 1992 ) ukuran sampel sebesar 20 sampai 50 dianggap memadai,sedangkan studi kasus yang menggunakan Anova,ukuran sampel tiap sel sebesar 3 sampai dengan 5 subjek dianggap memadai

v Kesalahan dalam penelitian ada dua jenis yaitu

Ø Kesalahan Sampling : kesalahan yang terjadi secara kebetulan ketika proses penarikan sampel dilakukan yang berada di luar kontrol peneliti

ü Besarnya kesalahan sampling dapat diukur dengan rumus :

Se =

ü Ada 3 komponen yang masing-masing adalah (1) komponen yang mencerminkan pengaruh ukuran relatif sampel atau ( N – n )/N,

(2) komponen yang mencerminkan pengaruh ukuran absolut sampel atau 1/n,dan (3) akar dari varian sampel atau s.Kesimpulannya nilai duga kesalahan sampling sebenarnya merupakan perkalian antara ukuran relatif sampel,ukuran absolut sampel dan simpangan baku. Semakin besar nilai n maka semakin kecil nilai Se berarti semakinkesalahan yang dibuat

Ø Kesalahan nonsampling : kesalahan yang pada umumnya dibuat oleh peneliti.Hal ini terjadi karena menggunakan teknik penarikan sampel sesuka hati yang biasanya menggunakan responden sukarela atau grup yang kebetulan sudah ada

Ø Cara untuk memperkecil kesalahan nonsampling :

ü Mendefinisikan populasi secara jelas

ü Merumuskan pertanyaan dengan tepat

ü Menggunakan pendekatan yang baik terhadap Subjek/Objek dapat mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin muncul di lapangan

MODUL 5

INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA

v Instrumen dalam penelitian ilmu sosial adalah suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi yang diinginkan.

v Instrumen penelitian anatara lain dapat berbentuk : kuesioner,petumjuk,wawancara,atau daftar isian,tergantung pada jenis penelitian yang akan dilaksanakan

v Pengembangan penelitian bertitik tolak dari permasalahan penelitian yang mencakup konsep-konsep yang hendak diukur yang biasanya abstrak,konsep harus diubah menjadi konsep nyata agar dapat diamati dan diukur

v Konsep : penggambaran tentang intisari atau kesimpulan umum dari suatu hal atau suatu gejala sosial.

Ø Konsep hendaknya menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti

Ø Dalam penjabaran konsep sampai menjadi rangkaian instrumen penelitian cenderung digunakan olah pikir deduktif-induktif,yaitu berpikir mulai dari yang umum ke yang khusus dari tahap konsepsional ke tahap-tahap operasional

Ø Adalah tugas peneliti untuk menurunkan kadar keumumannya secara berjenjang ke tempat yang lebih khusus atau operasional yaitu ke tingkat konstrak,variabel,dan indikator agar penterjemahan konsep ke dalam butir-butir kuesioner menjadi semakin lancar

Ø Konsep nyata yang mempunyai variasi nilai disebut variabel

Ø Pengukuran konsep dapat dilakukan melalui 2 pendekatan yaitu

ü Berdasarkan pertimbangan atau penelitian secara ilmiah dari peneliti sendiri

ü Menggunakan variabel yang pernah dipakai oleh peneliti lain untuk mengukur konsep yang sama

v Pengumpulan informasi dapat dilakukan dengan menggunakan pertanyaan yang disampaikan secara langsung atau tidak langsung.

v Alat pengumpulan data yang banyak digunakan dalam penelitian survei adalah kuesioner dan wawancara secara individual

v Alat pengumpulan data yang digunakan dalm observasi adalah format observasi standar,tes,kaset audio,dan kaset video

v Kuesioner : sebagai alat pengumpul data umumnya terdiri dari serangkaian pertanyaan atau pertanyaan tertulis yang digunakan untuk mengumpulkan informasi penelitian yang dikehendaki

v Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun kuesioner adalah : (a) jenis pertanyaan (b) bentuk pertanyaan (c) prinsip-prinsip merumuskan isi pertanyaan

v Jenis-jenis pertanyaan

Ø (1) pertanyaan tentang fakta : menanyakan tentang fakta diri pribadi responden

Ø (2) pertanyaan tentang opini dan sikap : berhubungan dengan perasaan,keyakinan,gagasan,kecenderungan,dan nilai dari isu yang diteliti

Ø (3) pertanyaan tentang informasi : melacak pengetahuan responden tentang sesuatu

Ø (4) pertanyaan tentang keterampilan melakukan sesuatu : responden diminta untuk memaparkan keterampilan atau tingkah lakunya

v Bentuk pertanyaan pada kuesioner diklasifikasikan menjadi tiga yaitu :

Ø (a) pertanyaan berstruktur atau tertutup : pertanyaan ini dirancang untuk

menjaring jawaban yang telah disediakan

Ø (b) pertanyaan tidak terstruktur atau terbuka : umumnya tidak disertai dengan

pilihan jawaban

Ø (c) pertanyaan setengah terbuka : bentuk pertanyaan ini biasanya diikuti dengan

sejumlah alternatif jawaban tetapi responden juga diberi kesempatan

menjawab sesuai dengan pendapatnya

Ø Ada beberapa bentuk pertanyaan tertutup,antara lain :

ü pertanyaan dua pilihan,pertanyaan pilihan ganda,pertanyaan ceklis.pertanyaan rangking dan pertanyaan berskala

v Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan pertanyaan kuesioner :

Ø Kuesioner yang baik harus menciptakan rapport ( hubungan simpatetik )

Ø Memuat pesan yang komunikatif,bersahabat,tidak memata-matai,dan tidak menimbulkan rasa risau pada responden

v Sistematika Kuesioner

Ø (1) Mulai dengan pertanyaan yang sederhana menarik,mudah dijawab dan langsung berhubungan dengan inti penelitian (2) Pertanyaan hendaknya dikelompokkan sesuai dengan topiknya (3) urutan pertanyaan dimulai dari mudah,kemudian sukar ditengah dan mudah di akhir (4) jangan meletakkan pertanyaan penting pada akhir kuesioner yang panjang (5) pertanyaan harus mengikuti kronologisnya

v Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat format kuesioner adalah (1) format harus menarik (2) format harus menyenangkan untuk dilihat,mudah diketahui keseluruhannya serta mengundang jawaban (3) aturlah pertanyaan sedemikian rupa sehingga mudah mengaturnya (4) cantumkan pada amplop dan akhir kuesioner alamat untuk mengembalikan kuesioner (5) hindari menggunkan kata ‘kuesioner’ atau ‘ujian’

v Ada dua bentuk ujicoba kuesioner yaitu

Ø Uji Coba Nonlapangan

ü Fokus perhatian adalah mengkaji validitas isi atau content validity dari kuesioner yang dikembangkan

ü Biasanya untuk mencapai tingkat ‘ketepatan’ dibutuhkan tiga sampai empat kali perbaikan

Ø Uji Coba Lapangan

ü Ujicoba ini dimaksudkan untuk mengetahui kemudahan cara penggunaannya,tingkat pemahaman responden terhadap pertanyaan yang diajukan,komentar dan reaksi mereka,serta untuk mengetahui kalau ada pertanyaan yang mendua

ü jika kuesioner telah diperbaiki sesuai masukan dalam ujicoba,maka kuesioner siap didistribuskan

WAWANCARA

v Fungsi wawancara adalah memberikan tuntunan dalam mengkomunikasikan secara langsung pertanyaan-pertanyaan terhadap responden yang akan kita wawancarai

v Bentuk-bentuk wawancara :

Ø Wawancara terstruktur : terdiri dari seperangkat pertanyaan yang dapat dijawab dengan jawaban ya atau tidak,atau dengan memilih satu pilihan jawaban

Ø Wawancara semi terstruktur : terdiri dari seperangkat pertanyaan yang kemudian diperdalam dengan menggunakan pertanyaan setengah terbuka

Ø Wawancara tidak terstruktur : tidak dibutuhkan pedoman wawancara yang detail tetapi semacam rencana umum untuk menanyakan pendapat atau komentar responden tentang suatu topik sesuai tujuan pewawancara

v Faktor-faktor yang diperlukan dalam membuat pedoman wawancara :

Ø harus mengumpulkan data sesuai tujuan khusus studi

Ø berisi petunjuk kepada pewawancara apa yang harus dikatakan pada saat awal dan pada saat akhir suatu wawancara

Ø rumusan pertanyaan boleh berbeda tetapi mempunyai pengertian yang sama

Ø urutan dan susunan pertanyaan dapat dikontrol oleh pewawancara

Ø sebaiknya membutuhkan seminimum mungkin tulisan dari pewawancara

Ø pertanyaan setengah terbuka dengan pendahuluan yang jelas tentang topil yang dibicarakan

Ø keseregaman jawaban terbatas,khususnya untuk pertanyaan terbuka

Ø jika memungkinkan buatlah daftar pertanyaan probing ( menggali informasi secara mendalam )

v Uji coba non lapangan untuk pedoman wawancara yang dibuat dimaksudkan untuk mengecek validitas isi pedoman sedangkan uji coba lapangan untuk mengecek pemahaman responden terhadap kata-kata yang sulit dimengerti,bahasa yang digunakan,maksud isi pertanyaan serta reaksi responden terhadap wawancara

§ jumlah responden dalam ujicoba lapangan ini sekitar 10 sampai 20 orang yang berasal dari populasi yang sama dengan sampel studi

v Jika data yang diperoleh melalui wawancara kurang merefleksikan informasi yang diinginkan maka perlu dilaksanakan observasi

ALAT OBSERVASI

v Alat observasi yang digunakan tergantung pada karakteristik pengamatan yang dilakukan

Ø Ada alat observasi yang berupa format observasi,tes,kaset audio dan video,serta komputer

FORMAT OBSERVASI

v Ada lima format observasi yang digunakan :

Ø Anecdotal records ( daftar riwayat kelakuan )

format ini merupakan catatan yang dibuat oleh peneliti tentang kelakuan-kelakuan luar biasa yang dinilai penting dari objek yang diteliti.Alat ini cocok digunakan untuk jenis pengamatan memperhatikan kebiasaan orang ( behavioral products )

Ø Catatan berkala

alat ini digunakan untuk mencatat cara-cara orang bertindak dalam jangka waktu tertentu,kemudian menuliskan kesan-kesan umumnya.Alat ini dapat digunakan untuk jenis pengamatan terhadap tempat atau barang yang bekas dipakai orang ( physical traces ) atau pada pengamatan tentang kebiasaan orang

Ø Check list

alat ini berisi serangkaian daftar kejadian penting yang akan diamati.Ketika pengamatan berlangsung,peneliti secara objektif memilih dengan cepat dan memberi tanda cek pada daftar kejadian.Alat ini dapat digunakan dalam jenis pengamatan yang bertujuan merefleksikan perilaku tanpa diketahui responden

Ø Rating scale

alat ini digunakan untuk mencatat kejadian secara lebih detail sampai memperoleh gambaran tentang tingkatan persetujuan/penolakan terhadap subjek.Alat digunakan untuk mengamaticara guru menangani diskusi tentang ‘keseimbangan dalam ekosistem’ di dalam sebuah kelas

Ø Format Observasi yang standar

format mengobservasi kelas secara lengkap tersedia di Mirrors for Behavior and Evaluating Classroom Instruction

o Keuntungan menggunakan format ini :

§ format semacam ini umumnya sudah dalam taraf hampir sempurna karena validitas dan reliabilitasnya sudah terjamin

§ menggunakan format yang standar dapat menghemat waktu dibandingkan dengan mengembangkan sendiri tes yang baru

§ karena format pengukuran standar telah banyak digunakan dalm berbagai penelitian

o Kelemahan dari format observasi standar :

§ kadang-kadang instrumen ini tidak dapat mengakomodasikan variabel lain yang dianggap penting diteliti

TES

v Jenis-jenis tes antara lain :

Ø Tes yang diproyeksikan : serangkaian pertanyaan yang jika ditanyakan kepada partisipan mungkin mereka sendiri tidak mengetahui jawabannya

Ø Tes standar : serangkaian item tes yang diujikan kepada sejumlah sampel dimana karakteristik sampel sesuai dengan tuntutan studi.

ü Biasanya digunakan dalam penelitian psikologi

ü contoh tes standar : tes kepribadian ( standarized personality test ),tes kemampuan ( aptidute test ),tes hasil belajar ( achievement test ),dan tes kinerja ( performance test )

ü keuntungan tes standar : teruji validitas dan reliabilitasnya,hemat,dapat dibandingkan

v Tes dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :

Ø cara analog : diatur sedemikian rupa sehingga merangsang kejadian lain yang lebih kompleks;yang sulit dipelajari secara langsung

ü digunakan mahasiswa yang umumnya sulit memberi tanggapan terhadap kegagalan yang mereka alami sendiri

Ø cara simulasi : rangsangan diatur sedemikian rupa sehingga dapat mengaburkan reaksi

ü hasil tes dapat digunakan sebagai dasar dalam membuat prediksi.Tes seperti ini biasanya dilakukan dalam tes-tes psikologi

PENGGUNAAN KASET AUDIO DAN VIDEO

v Keuntungan observasi dengan cara ini :

Ø kejadian yang direkam dapat diulang berkali-kali sehingga kejadian tersebut dapat dipelajari dengan lebih seksama

Ø dapat memperoleh data atau perilaku yang sebelumnya tidak diantisipasi ada dalam studi

v Kerugian observasi dengan cara ini :

Ø alat ini tidak mudah didapat dan harganya relatif mahal

Ø kompetensi teknis diperlikan untuk memperoleh rekaman yang memuaskan

PENGAMATAN BERBANTUAN KOMPUTER

v menggunakan mikrokomputer yang dikombinasikan dengan perangkat lunak yang disebut the Behavioral Event Recording Package ( BERP ),program ini dapat mencatat data sekitar 10 kategori perilaku yang berbeda secara simultan dan menghitung serta mencatat lama tiap kejadian

VALIDITAS DAN RELIABILITAS

v Validitas berasal dari bahasa Inggris validity yang berarti keabsahan

v Validitas instrumen sangat diperlukan karena merupakan ukuran mutu kebermaknaan suatu penelitian

v Dua aspek validitas yang penting : ketepatan dan ketelitian

v Jenis-jenis validitas :

Ø Validitas permukaan : dibuat berdasarkan kesan ilmiah peneliti terhadap alat ukurnya; yakni apakah kelihatannya alat ukur tersebut benar-benar mengukur apa yang hendak diukur

Ø Validitas kriteria : dibutuhkan paling tidak dua buah konsep atau kriteria yang merupakan landasan valid tidaknya suatu alat ukur

Ø Validitas konstrak : digunakan jika konsep yang hendak diukur lebih rumit dan terdiri dari banyak dimensi,diperlukan indikator yang lengkap untuk menentukan tingkat validitasnya. Validitas ini sering dikatakan prosedur validasi paling kuat

v Langkah-langkah menilai validitas suatu penelitian sosial :

Ø mencari variabel utama dalam penelitian dan mengamati definisi operasionalnya

Ø menentukan tingkatan abstraksi konsep dalam penelitian

Ø membandingkan dengan alat ukur yang terbukti valid

RELIABILITAS

v Reliabilitas berarti kemantapan suatu alat ukur

v Reliabilitas diperlukan karena menunjukkan ketepatan dan kemantapan suatu penelitian

v Aspek-aspek reliabilitas adalah : dapat diandalkan ( dependability ), dapat diramalkan

( predictable ), dan menunjukkan ketepatan

v Hubungan Validitas dan Reliabilitas : validitas langsung mempermasalahkan kesesuaian antara konsep dengan kenyataan empiris sedangkan reliabilitas hanya menghasilkan kesesuaian antar beberapa hasil penelitian di tingkat kenyataan empiris

v Mengukur Reliabilitas dalam penelitian ilmiah :

Ø Metode ulang : menggunakan alat ukur yang sama dalam situasi yang sama diberikan kepada responden yang sama,tapi diberikan dalam waktu yang berbeda

ü Namun untuk lebih tepatnya,kita menghitung reliabilitas alat ukur tersebut dengan menggunakan rumus :



di mana

Pc = Indeks relibilitas kasar

L = Data matriks

nii = jumlah jawaban garis diagonal

n = jumlah jawaban seluruhnya

ü Dalam metode ulang ini ada beberapa keterbatasan .Menyamakan kondisi sehingga sama persis bukanlah hal yang mudah.Seandainya kondisi-kondisi fisik telah memenuhi syarat,kondisi mental responden mungkin berbeda

Ø Metode pararel : metode pengujian reliabilitas melalui 2 cara yaitu

ü pertama,dilakukan 2 orang peneliti dengan alat ukur yang sama

ü kedua,dilakukan satu orang peneliti degan dua alat ukur yang berbeda

Ø Metode belah dua : alat ukur dibagi menjadi beberapa bagian yang berbeda,umumnya 2 bagian,yang keduanya berfungsi mengukur satu konsep yang sama,.Setiap bagian harus terdiri dari pertanyaan yang homogen di mana seluruh pertanyaan yang mengukur satu faktor yang sama

ETIKA PENELITIAN SOSIAL

v Etika penelitian sosial menurut Diener dan Crandall ( 1978 ) : sekumpulan kaidah-kaidah yang membantu peneliti untuk menjunjung tinggi nilai-nilai,dan memberi petunjuk mengenai tujuan penelitian mana yang penting dan untuk menyelesaikan pertentangan dalam nilai-nilai dan tujuan pendidikan

v Ada dua fungsi etika penelitian

Ø memberikan perlindungan kepada anggota masyarakat yang menjadi objek penelitian

Ø memberi petunjuk bagi para peneliti dalam melaksanakan tugas tanggung jawabnya,yaitu dalam menentukan hal yang diteliti beserta tujuannya,merancang penelitian,melaksanakan penelitian ( pengumpulan data dan analisis data ),dan melaporkan hasil penelitian

v Baby ( 1986 ) hanya menyebut 4 hal yang berkaitan dengan etika dalam pengumpulan data : partisipasi sukarela,anonimitas,kerahasiaan dan identitas peneliti

v Borg dan Gall ( 1986 ) membahas 10 petunjuk etika yang dikeluarkan

APA ( American Psychological Assosation ) yaitu,antara lain : (1) persetujuan berdasarkan pemahaman ( inform consent ); (2) kerahasiaan; (3) penyembunyian informasi ( deception ); dehoaxing ( partisipan perlu diberitahu kebohongan yang telah dibuat ); desesitization

v Kesepuluh petunjuk etika itu secara garis besar adalah :

Ø bertanggung jawab untuk menguji kelayakan penelitian dari segi etika

Ø mempertimbangkan penelitian yang tak beresiko

Ø menjamin pelaksanaan penelitian yang etis

Ø Persetujuan partisipan untuk berpartisipasi ( informed consent )

Ø memerlukan teknik penyembunyian informasi

Ø menghormati hak partisipan utnuk mengundurkan diri

Ø melindungi partisipan dari ancaman ketidakenakan luka,atau bahaya fisik dan mental dari prosedur penelitian

Ø menjelaskan hal-hal yang belum dijelaskan pada partisipan

Ø berkewajiban dan mendeteksi akibat-akibat yang tidak diinginkan

Ø menjaga kerahasiaan penelitian kecuali atas ijin partisipan

MODUL 6

ANALISIS DATA DAN PENYUSUNAN LAPORAN

Analisis Data

v Latar belakang masalah yang baik harus mengandung 3 hal yaitu :

Ø penelaahan/pembahasan mengenai literatur maupun hasil penelitian lain yang relevan dengan masalah yang ingin diteliti

Ø penjelasan mengapa peneliti menganggap masalah/topik tersebut penting untuk dipelajari/diteliti; dan

Ø manfaat hasil penelitian bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasinya dalam praktik

v Hipotesis : suatu pernyataan sementara mengenai ada tidaknya hubungan antara dua atau lebih variabel/fenomena yang diteliti

v Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun hipotesis :

Ø menggambarkan hubungan ( atau perbedaan ) yang diharapkan antara variabel-variabel yang diteliti

Ø dapat diuji secara statistik

Ø memberikan alasan atau rasionalisasi yang didasarkan pada suatu teori yang relevan

Ø dirumuskan sesingkat mungki dan jelas

v Apabila tujuan dirumuskan dalam bentuk hipotesis,maka peneliti juga harus merumuskan hipotesis alternatifnya,yaitu :

Ø Hipotesis Null ( Ho ) : menyatakan tidak ada hubungan atau tidak adanya perbedaan antara variabel yang diteliti,sedangkan hipotesis yang menyatakan kebalikan dari pernyataan dalam hipotesis Null

disebut hipotesis alternatif ( Hi )

v Apabila tujuan penelitian atau hipotesis telah dirumuskan,maka langkah selanjutnya adalah menentukan alternatif cara pengukuran variabel yang akan diteliti dan metode analisis datanya.Kesalahan yang sering terjadi dalam penelitian adalah karena hipotesis tidak dapat diuji karena variabel tidak diukur secara seharusnya

SKALA PENGUKURAN DAN JENIS DATA

v Untuk penelitian kuantitatif,peneliti perlu menggunakan teknik/metode statistik untuk mengorganisasikan dan menganalisis data kuantitatifnya

v Teknik statistik untuk menganalisis data dapat dibedakan menjadi :

Ø Statistik deskriptif ( descriptive statistics ) : digunakan bila tujuan penelitian untuk menggambarkan atau menjelaskan suatu variabel/fenomena

Ø Statistik inferensial ( inferential statistics ) : digunakan bila tujuan penelitian untuk membuat suatu kesimpulan atau prediksi tentang persamaan fenomena/variabel sampel dengan populasi

v Ada empat macam skala pengukuran variabel data yang akan dianalisis,yaitu : skala pengukuran yaitu nominal,ordinal,interval dan rasio

Ø Skala nominal disebut juga kategorikal;

contoh data tentang jenis kelamin,kewarganegaraan,status,pekerjaan dan sebagainya

Ø Skala ordinal dilakukan jika kita mempunyai asumsi bahwa nilai-nilai dari suatu variabel yang diukur dapat diurutkan dari yang terkecil hingga yang tertinggi.Jadi nilai yang diukur adalah kemampuan untuk membedakan dan mengurutkan/me- rank contoh variabel tingkat sosial ekonomi

Ø Skala inteval menunjukkan perbedaan,posisi,dan jarak suatu niali dengan nilai lainnya

Ø Skala rasio menunjukkan perbedaan nilai tersebut dari nilai absolut nol.Biasanya dibandingkan dalm bentuk rasio atau presentase

v Selain berdasarkan skala pengukuran data juga dapat dibedakan menjadi :

Ø Data kontinu : data yang mengandung nilai secara teori tidak terbatas

Ø Data urutan/rank : nilai data menunjukkan posisi seorang/subjek di antara subjek lainnya dalam variabel yang sama

Ø Data dikotomi : jika nilai variabel hanya ada dua,misalnya data jenis kelamin.Data dikotomi dapat pula berupa dikotomi buatan ,misalnya data tinggi badan yang dibuat kategorisasi tinggi dan pendek

Ø Data kategorikal : merupakan perluasan dari data dikotomi di mana nilai-nilai variabelnya terdiri dari beberapa kelompok

METODE ANALISIS DATA KUANTITATIF

v Langkah-langkah pendahuluan :

Ø pembuatan sistem dan daftar kode variabel

ü data yang telah terkumpul diterjemahkan ke dalam kode-kode

Ø penyiapan/pembuatan matrikss tabulasi data

ü Dapat dilakukan secara manual atau dengan komputer,sofware untuk penelitian ini adalah Statistical Package for Sosial Sciences ( SPSS )

Ø pemasukan data dalam matrikss tabulasi

v Teknik Analisis Kuantitatif

Ø Bila tujuan penelitian bersifat eksploratif,maka menggunakan teknik statistik deskriptif

Ø Bila tujuan penelitian untuk melihat hubungan dan atau perbedaan antar variabel atau membuat prediksi maka teknik statistik inferensial yang digunakan

v Statistik deskriptif dapat dibedakan menjadi :

Ø Analisis Potret Data : adalah perhitungan frekuensi suatu nilai dalam suatu variabel.Nilai dapat disajikan sebagai jumlah absolut atau presentase

Ø Analisis kecenderungan nilai tengah : mencari Mean ( rata-rata ),Median ( nilai tengah ),dan Modus ( nilai yang sering muncul )

Ø Analisis variasi nilai : dilakukan untuk melihat sebaran nilai dalam distribusi keseluruhan nilai suatu variabel dari nilai tengahnya.Pengukuran ini biasanya dilakukan dengan melihat kisaran data ( range ) atau simpangan baku ( standart deviation )ist

cara penghitungan simpangan baku adalah :

Di mana Xi adalah nilai individual subjek,X adalah nilai rata-rata,dan N adalah jumlah subjek/data

v Statistik Inferensial : teknik pengolahan data yang memungkinkan peneliti untuk menarik kesimpulan,berdasarkan hasil penelitian pada sejumlah sampel,terhadap suaru populasi yang lebih besar

Ø Inferensi sering dibuat oleh peneliti pendidikan dan ilmu sosial pada umumnya yang berhubungan dengan upaya untuk melihat perbedaan ( beda nilai tengah ) dan korelasi,baik antara dua variabel independen maupun antar beberapa variabel sekaligus

Ø Beberapa teknik atau alat analisis

ü Uji t ( t-test ) : digunakan pada statistik inferensial untuk melihat beda nilai tengah dua buah distribusi nilai

ü Analis Varian ( analysis of Variance atau ANOVA ) : digunakan untuk menentukan apakah nilai tengah dari tga atau lebih distribusi nilai

( kelompok ) berbeda satu sama lain secara nyata

ü Analisis Korelasi : digunakan untuk melihat ada tidaknya hubungan antar variabel

METODE ANALISIS DATA KUALITATIF

v Perbedaan dengan penelitian kuantitatif di mana tahapan pengumpulan dan analisis data biasanya dilaksanakan sebagai tahapan yang berurutan sedangkan penelitian kualitatif kegiatan analisis data bersifat integral dan dilakukan secara simultan sepanjang periode penelitian

v Analisis data kualitatif merupakan kegiatan interaktif yang berkesinambungan,yang mencakup kegiatan-kegiatan :

Ø Analisis temuan yang terus menerus

Ø pengelompokan dan pengorganisasian data sesegera mungkin setelah data diperoleh

Ø Evaluasi kualitatif tentang validitas atau kepercayaan data yang terus menerus

v Langkah-langkah yang dilakukan peneliti kualitatif ( etnografer ) untuk melakukan analisis awal :

Ø mengorganisasikan data dengan memberi nomor

Ø membaca secara sepintas data dan kategori yang ada

Ø mencari tema besar

Ø membuat catatan yang sistimatis mengenai kategori yang sering muncul pada data

Ø membaca literatur mengenai penelitian-penelitian lain yang relevan

Ø mengevaluasi dan atau menajamkan fokus penelitian

PENULISAN LAPORAN

v Fungsi utama laporan penelitian adalah sebagai media atau dokumen komunikasi antara peneliti dengan masyarakat umum terutama dengan pembaca yang ditargetkan atau berkepentingan dengan penelitian tersebut

v Jenis-jenis laporan :

Ø Berdasarkan tujuan atau itensi

ü laporan yang ditulis untuk penyelesaian studi,perlombaan,penelitian pesanan,penelitian biasa

Ø Berdasarkan panjang laporan

ü laporan lengkap : ditulis secara lengkap

ü laporan eksekutif :ditulis secara singkat untuk kalangan eksekutif

Ø Berdasarkan pembaca yang ditargetkan :

ü laporan yang bersifat akademik : ditujukan untuk kalangan akademisi

ü laporan yang bersifat populer : ditujukan untuk kalangan umum

v Komponen Laporan Penelitian adalah :

Ø Judul : harus singkat dan jelas dan benar-benar mencerminkan informasi yang dikandung di dalamnya

Ø Abstrak : digunakan untuk mendeskripsikan secara singkat masalah penelitian,metode serta temuan.

Keberhasilan penentuan abstrak dipengaruhi oleh kemampuan memilih butir-

butir esensial dari masalah,metodologi dan hasil penelitian

Ø Perspektif ( telaah kepustakaan )

Ø Permasalahan : deskripsi perumusan masalah harus akurat dengan didukung berbagai pendapat dan bukti empirik

Ø Metodologi,komponen mencakup 4 bagian yaitu (1) sumber data (2) cara pengumpulan data (3) teknik pengukuran variabel (4) teknik analisis

Ø Temuan merupakan inti dari laporan penelitian karena temuan merupakan sesuatu yang sesungguhnya dicari pembaca

Ø Diskusi,kesimpulan,dan rekomandasi komponen ini mengkomunikasikan 3 hal yaitu (1) mendiskusikan hasil penelitian atau temuan (2) menyimpulkan hasil diskusi (3) menyarankan penelitian selanjutnya yang didasarkan pada penelitian ini

TEKNIK PENULISAN LAPORAN

v Tiga hal penting dalam penulisan laporan :

Ø (1) cara menyusun garis besar laporan

garis besar laporan penelitian dibuat sebelum menulis laporan dan dijadikan acuan utama selama menulis laporan

Ø (2) penggunaan bahasa tulis

laporan ditulis menggunakan bahasa yang sederhana,teratur,serta mengikuti kaidah-kaidah bahasa tulis yang mudah dipahami pembaca

Ø (3) cara menulis bagian tertentu dari laporan

ü bagian pendahuluan : biasanya menyajikan permasalahan yang merupakan dasar diadakannya penelitian,pada dasarnya sudah terdapat dalam proposal

ü bagian metodologi : terdiri dari desain penelitian,populasi dan sampel,instrumentasi,prosedur pengumpulan data,serta teknik analisis/pengolahan data yang sudah terdapat dalam proposal

ü bagian temuan : merupakan inti laporan penelitian,yang biasanya dicari pertama kali oleh pembaca

ü bagian diskusi kesimpulan dan rekomendasi :diskusi dapat disajikan dengan terlebih dahulu menyajikan temuan,kemudian diikuti penjelasan agar mudah dirangkum,kesimpulan harus ditulis dengan kalimat yang padat tetapi efektif

ETIKA PENULISAN LAPORAN

v Etika yang perlu diperhatikan dalam menulis laporan :

Ø mempertimbangkan keselamatan responden yang menjadi sumber informasi

Ø kerahasian sumber data dan anonim harus dipegang teguh

Ø kejujuran dalam menepati janji,serta melaporkan keterbatasan atau perubahan yang terjadi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar